Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan

Mengenal Neraka


PINTU NERAKA

Pada dasarnya Neraka itu memiliki tujuh pintu, setiap pintu ada bagian tertentu yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki dan wanita.

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Jibril : “Apakah pintu neraka itu seperti rumah kami ?”. Jibril menjawab : “Tidak, pintu neraka terbuka ke bawah. Oleh karena itu, sebagian lebih ke bawah dari pada sebagian yang lain. Jarak dari satu pintu ke pintu yang lain sejauh perjalanan 700 tahun. Setiap pintu neraka panasnya lebih hebat bila dibandingkan dengan pintu yang ada disampingnya, dengan selisih 70 kali lipat.”

Beliau bertanya lagi : “Siapa yang menempati pintu-pintu neraka tersebut ?” Jibril menjawab : “Pintu paling bawah ditempati orang munafiq, orang kafir, termasuk keluarga Fir’aun. Nama pintunya adalah Hawiyah. Pintu ke dua ditempati oleh orang-orang musyrik. Nama pintunya Jahim. Pintu ke tiga ditempati oleh orang-orang yang menyembah berhala, nama pintunyaSaqar. Pintu ke empat ditempati oleh iblis dan orang yang mengikutinya, serta Majusi. Nama pintunya Ladza. Pintu kelima didalamnya ditempati oleh orang Yahudi, nama pintunya Huthamah. Pintu keenam ditempati oleh orang-orang Nasrani. Nama pintunya Sa’ir”. Kemudian Jibril berdiam, Nabi SAW lantas bertanya : “Wahai Jibril, kenapa kamu menceritakan kepadaku tentang orang yang menempati pintu ke tujuh ?”.

Jibril berkata : “Apakah engkau bertanya kepadaku tentang orang yang menempati pintu ketujuh?”. Beliau menjawab : “Ya”. Jibril kemudian berkata : ” Wahai Muhammad, yang menempati pintu ketujuh adalah umatmu yang melakukan dosa besar yang mati sebelum bertobat”.

Mendengar jawaban Jibril, beliau jatuh pingsan. Tatkala sudah sembuh dari pingsannya beliau berkata : “Wahai Jibril, besar musibahku dan aku sangat takut bila umatku dimasukkan ke dalam neraka”. Jibril berkata “Ya”, akan dimasukkan ke neraka orang yang melakukan dosa besar dari umatmu”. Setelah itu Rasulullah SAW menangis, Jibril pun ikut menangis karena menangisnya beliau.

Melihat hal itu, beliau berkata kepada Jibril : “Wahai Jibril, kenapa engkau menangis, bukankah engkau adalah Ruhul Al-Amin?”. Jibril menjawab : “Aku takut kalau aku dicoba seperti apa yang dicobakan kepada Malaikat Harut dan Marut, karena itu aku menangis”. Allah lantas berfirman : “Wahai Jibril, Wahai Muhammad, Aku menjauhkan kalian berdua dari neraka, tapi janganlah kalian berdua merasa aman dari siksaKu.”

Sedangkan mengenai neraka Jahanam Ibnu Abbas meriwayatkan : pada hari kiamat neraka Jahanam didatangkan, disekeliling Jahanam terdapat 70.000 barisan para Malaikat. Setiap baris jumlahnya lebih banyak dari pada jumlah jin dan manusia. Mereka mendekat memegang kendali Jahanam. Jahanam juga memiliki 4 kaki, jarak antara kaki sejauh perjalanan 1.000 tahun. Ia juga mempunyai 30 kepala, setiap kepala terdapat 30.000 mulut. Setiap mulut terdapat 30.000 gigi geraham. Setiap gigi geraham besarnya seperti gunung Uhud seribu kali. Setiap mulut terdapat dua bibir, setiap bibir besarnya seperti luas dunia. Di dalam dua bibirnya terdapat rantai dari besi, setiap satu rantai terdapat 70.000 lingkaran dipegang oleh para Malaikat yang tak terhitung jumlahnya.

NERAKA

Dalam hadits diceritakan: Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW, maka beliau berkata : “Wahai Jibril, sifatilah kepadaku tentang neraka”. Jibril berkata : “Allah telah menciptakan neraka, apinya sudah dinyalakan 1000 tahun yang lalu, sampai neraka itu menjadi hitam. Hitamnya neraka seperti malam yang gelap, apinya tidak pernah padam, juga terus menjilat-jilat, bara api neraka selamanya tidak pernah padam”.

Mujahid berkata : “Jahanam itu mempunyai beberapa ular yang besarnya seperti leher unta, juga terdapat kalajengking yang besarnya seperti keledai sampai penduduk neraka pada lari ketakutan. Ular-ular itu mengigit setiap bibir ahli neraka untuk dikelupas kulitnya. Tidak ada yang bisa selamat penduduk neraka dari siksaan seperti ini, kecuali ia lari ke neraka yang lain.”

Abdullah bin Abbas meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Di dalam neraka terdapat ular-ular yang besarnya seperti leher unta. Jika ular itu mengigit salah seorang dari penduduk neraka dengan sekali gigitan, maka rasa sakitnya dapat dirasakan sampai 40 tahun”

Ibnu Mas’ud r.a. berkata : “Api dunia kalian hanyalah satu juz dari 70 juz api neraka. Jikalau api neraka itu tidak dimasukkan ke dalam lautan dua kali, maka kalian tidak akan bisa mengambil kemanfaatan sedikitpun dari api ini”.

Mujahid berkata : “Sesungguhnya api kalian ini selalu memohon perlindungan dari api Jahanam”.

Di dalam hadits diceritakan : Ketika Allah mengutus Jibril pergi ke tempat Malaikat yang menjaga neraka untuk meminta api guna diberikan pada Nabi Adam a.s. sehingga Nabi Adam bisa memasak dengan api tersebut. Malaikat Malik lantas bertanya kepada Jibril : “Wahai Jibril, berapa yang kamu kehendaki dari api ini ?”. jibril menjawab: “Kira-kira sebesar kurma”.

Malaikat Malik kemudian berkata : “Wahai Jibril, jika aku memberimu api sebesar kurma, maka pasti akan hancur tujuh langit dan bumi akibat dari panasnya api neraka”. Jibril lalu berkata ; “Kira-kira sebesar biji kurma”. Malaikat Malik berkata : “Kalau aku memberimu menurut apa yang kamu kehendaki, maka tidak akan turun dari langit setetes air, juga tidak akan tumbuh dari dalam bumi beberapa tumbuh-tumbuhan”.

Kemudian Jibril melapor : “Ya Tuhanku, berapa yang harus aku ambil api neraka itu ?”. Allah berfirman : “Ambillah kira-kira sebesar semut kecil”. Selanjutnya Jibril mengambil api neraka kira-kira sebesar semut kecil. Setelah itu, api neraka tadi dibenamkan ke dalam lautan sebanyak 70 kali. Jibril kemudian datang dengan membawa api kepada Nabi Adam a.s, lalu api itu diletakkan di atas gunung yang tinggi, maka gunung itu menjadi hancur. Kemudian Jibril mengembalikan api yang sebesar semut tadi ke tempatnya, yaitu neraka, sedangkan asapnya yang masih tertinggal di beberapa batu dan besi ditinggalkan, sampai pada hari ini. Maka api yang ada sekarang ini adalah asap api neraka yang sebesar semut tadi.

Rasulullah SAW bersabda : “Seringan-ringannya siksaan ahli neraka, yaitu seseorang diberi dua sandal dari api, maka otaknya menjadi mendidih sebab dari kedua sandal itu, sebagaimana mendidihnya air yang ada di dalam kendil, sampai tetangganya dapat mendengar mendidihnya otak tersebut. Gigi gerahamnya menjadi bara api, bibirnya menjadi bara api, nyalanya api itu sampai keluar dari dalam perutnya, dari kedua telapak kakinya. Orang yang disiksa seperti ini beranggapan bahwa dirinya termasuk penduduk neraka yang sangat pedih siksanya. Padahal sesungguhnya dia termasuk dari penduduk neraka yang ringan siksanya”.

Rasulullah SAW bersabda : “Demi Allah, penduduk neraka tadi tidak bisa berbicara lagi setelah Allah berfirman demikian, kecuali teriakan dan rintihan dalam neraka. Suara mereka menyerupai khimar, suara pertama berteriak-teriak kemudian merintih”.

Jibril a.s berkata : “Demi Dzat Yang Mengutus Engkau dengan benar sebagai Nabi SAW. Kalau neraka itu dibuka sebesar lubang jarum dari arah Timur, maka pasti akan terbakar penduduk yang ada disebelah barat, karena sangat panasnya api neraka itu. Demi Dzat Yang Mengutus Engkau dengan benar sebagai Nabi SAW. Kalau seandainya satu pakaian ahli neraka digantung diantara langit dan bumi, maka pasti penduduk bumi akan mati, akibat dari panasnya pakaian tersebut.

Demi Dzat Yang Mengutus Engkau dengan benar sebagai Nabi, kalau seandainya satu dzira dari rantai neraka yang sudah disebutkan Allah dalam kitabNya diletakkan di atas gunung, maka pasti gunung itu akan hancur sampai ke dasar bumi ke tujuh.

Demi Dzat Yang Mengutus Engkau dengan benar sebagai Nabi. Jika ada satu orang dari penduduk neraka disiksa dari arah Barat, maka pasti terbakar orang yang berada di bumi Timur, karena pedihnya siksaan tersebut dan sangat panasnya api neraka. Adapun dasar neraka itu sangat dalam, kayu neraka terdiri dari manusia dan batu, sedangkan minuman ahli neraka adalah tembaga mendidih.”

Sumber
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7453129


Belajar dari Seekor Elang




Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, kukunya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.

Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:

  • Menunggu kematian, atau
  • Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu kuku-kukunya dan ketika kuku yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.
Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan kuku baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh bertenaga!


PENGAJARAN:


Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang konservatif, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melelahkan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal- hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.
Jangan biarkan masa lalu menumpulkan rasa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu. Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!


Sumber:
http://pengharapan.com/kehidupan-seekor-elang.html

aku tak tahu diri



Aku tahu…………bahwa dunia ini fana, tapi aku mengejarnya

Aku tahu bahwa menuju akhirat adalah perjalanan yang panjang, tapi aku tidak mempersiapkan bekal

Aku tahu bahwa neraka itu benar-benar ada, tapi aku berusaha menjauhinya

Aku tahu bahwa surga itu mahal harganya, tapi aku beramal asal-asalan

Aku tahu bahwa ‘adzab ALLAH itu pedih, tapi aku masih berbuat dosa

Aku tahu bahwa Allah Maha Mengabulkan do’a, tapi aku meminta kepada manusia

Aku tahu bahwa Allah Maha Adil, tapi aku membalas kedhaliman manusia

Aku tahu bahwa harta itu bisa membaut hisabku diakhirat menjadi lama, tapi aku mnegumpulkannya

Aku tahu bahwa waktu adalah nafas yang tiada kembali, tapi aku berbuat sia-sia

Aku tahu bahwa Al-Qur’an itu kelak bisa menjadi hujjah bagiku ( membelaku ) dan bisa menjadi hujjah atasku ( mendebatku ) tapi aku tidak cemas akan hal itu

Aku tahu bahwa do’a orang yang terdholimi itu tanpa hijab dengan Allah, tapi aku suka menyakiti saudaraku

Aku tahu bahwa kenikmatandunia bisa jadi istidraj, tapi aku tidak khawatir tentangnya

Aku tahu bahwa penyakit itu menghapus dosa-dosa, tapi aku membencinya

Aku tahu bahwa cobaan itu meningkatkan iman, tapi aku mengeluh tentangnya

Aku tahu bahwa istri/suami adalah manusia, tapi aku menuntutnya sempurna

Aku tahu bahwa setan itu musuh yang ingin mengajakku ke neraka, tapi aku menuruti bisikannya

Aku tahu bahwa ajal datang tiba-tiba, tapi aku selalu menunda persiapan

Aku tahu…. Kalau aku tak tahu diri……….



sumber 


http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/aku-tahu-kalau-aku-tak-tahu-diri/10150161464891042

tujuh trik menghadapi berbagai ujian


Apapun yang menimpa diri kita, Insya Allah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif.

Mencermati situasi saat ini, terasa betapa kehidupan dirasakan sangat berat. Bencana kebanjiran, tanah longsor, angin badai, dan maraknya kejahatan menjadi warna dominan dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik. Kalau musibah atau ujian itu menimpa diri kita, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menghadapinya ? Paling tidak ada tujuh trik untuk bisa menyelesaikan berbagai ujian kehidupan. Yaitu :

Pertama, yakini bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan.
Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan."? (H.R.Bukhari)

Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta'ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah" (H.R.Tirmidzi)

Ketiga, yakini bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: "Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya (H.R. Bukhari dan Muslim)

Keempat, selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya."(H.R.Muslim)

Kelima, yakini bahwa setelah dalam kesulitan ada kemudahan. Fakta menunjukkan, sering kali ide-ide brilian justru lahir atau muncul ketika kita berada dalam puncak kesulitan. Contoh sederhana, banyak mahasiswa bisa mengarang pada saat menghadapi soal-soal ujian bukan ? Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5- 6)

Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah swt. berikan, karena Allah swt. tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286)

Ketujuh, hadapi ujian dengan usaha dan doa. Kerahkan segala ihtiar untuk menyelesaikan ujian dan bingkai usaha itu dengan doa. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 - 8). Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan doamu." (Q.S. Al-Mu'min 40: 60)

Itulah tujuh trik untuk menghadapi berbagai ujian. Apapun yang menimpa diri kita, Insya Allah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif, optimisme, ihtiar yang maksial dan dibingkai dengan doa. Sesungguhnya pertolongan Allah akan turun kalau kita berada di klimaks ujian. Untuk itu, jadikanlah ujian sebagai tangga untuk meraih pertolongan Allah Swt.


Sumber http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150161453416042


Renungan di pagi hari



Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik & gagah.
Suatu hari, seorg saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-2 nya menyayangkan & mengejek dia karna tdk menjual kudanya itu.

Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka teman-2 nya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal klo kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang. Si petani miskin hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-2 nya berkata : wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-2 baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-2 nya berkata : rupanya kuda-2 itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk berperang, kecuali si anak petani karna tdk bisa berjalan. Teman-2 nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu karna anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-2 kami.

Si petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk hari esok. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk utk hari esok.
Tetapi yg PASTI : Tuhan paling tahu yg terbaik buat kita.. Bagian kita adalah :
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita" 



sumber:
http://terselubung.blogspot.com/2011/03/renungan-pagi.html

Manfaat Dahsyat Sedekah








SEBUT saja Ami, dia mempunyai pengalaman luar biasa mengenai sedekah. Ami telah lama mengidap penyakit kulit yang tidak jelas, dalam suatu waktu penyakit bisa kambuh, gatal-gatal di seluruh badan. Banyak dokter telah dia kunjungi, obat-obatan telah dia beli, namun seakan tidak mempan, sakit itu tidak kunjung sembuh. Ami enggan lagi ke dokter, dalam keadaan hampir frustasi tersebut Ami berkeinginan menyedekahkan uang yang seharusnya untuk berobat, anak yatim dia pilih untuk menerima sedekahnya.
Tidak ada niat lain Ami selain mencari ridha Allah saat bersedekah. Namun sebuah keajaiban Allah muncul, dari hari ke hari setelah bersedekah, sakitnya pelan-pelan membaik, Subhanallah. Kini Ami tidak perlu lagi mengeluhkan sakitnya, karena sudah sembuh total karena berkah sedekah dan atas izin Allah.
Di tempat yang lain, kisah menakjubkan terjadi, sebut saja namanya Vivi. Vivi dilanda gundah karena tidak kunjung mendapatkan kerja, padahal tidak sedikit usaha yang dilakukan. Bingung mendera hati Vivi. Waktu shalat tiba, Vivi segera menunaikan kewajibannya. Selesai shalat, seakan ada petunjuk kuat dari Allah, sebuah ayat terlintas di kepalanya, Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan (yang sempurna) sebelum menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui (Ali Imran 92).
Vivi lalu mengingat-ingat uang di tabungannya, kemudian mengingat-ingat siapa dalam waktu dekat yang membutuhkan bantuannya. Ingatannya langsung tertuju pada saudaranya yang membutuhkan bantuan. ‘Bismillah, kucari ridha-Mu ya Allah,’ batin Vivi saat itu, bukan mengharap apa-apa selain ridha Allah. Uang di tabungannya ia sedekahkan pada saudaranya yang terbelit kesulitan dikarenakan keluarganya dirawat di rumah sakit. Lega yang dirasakan Vivi, ada kekuatan iman di hatinya, berkah sedekah mampu menenangkan keresahannya. Tidak lama kemudian, dalam hitungan hari, sebuah telpon dari kantor yang dia ajukan lamaran kerja menelponnya, mengabarkan pada Vivi bahwa Vivi diterima kerja, dan agar datang memenuhi panggilan bos perusahaan di kantornya. Saat itulah Vivi langsung sujud syukur.
Sedekah itu perlu keikhlasan, bukan mengharap balasan, sesulit apapun yang terjadi, hendaknya sedekah dilandasi iman dan harapan yang dalam akan ridha Allah.
Balasan sedekah tidak berarti berupa materi, namun bisa saja berkah sedekah tersebut berimbas pada ketenangan hati, khusyuknya ibadah, terjaganya diri dari belanja sia-sia.

Selain itu manfaat sedekah juga mampu menjadikan manusia sebagai pribadi yang mampu ikhlas kapan saja harta titipan Allah itu harus lepas dari tangannya.
Abu baker RA adalah sahabat Rasulullah yang sangat ringan dalam kebaikan, tanpa pertimbangan menggunakan seluruh hartanya untuk menebus budak yang disiksa kaum Quraisy. Begitupun Khadijah, wanita kaya raya yang sangat peduli terhadap kaum tertindas, tidak pernah memperhitungkan ataupun menimbang-nimbang harta yang diinfakkan di jalan Allah.
Sedekah itu memang berat jika tidak dilandasi iman yang kuat, padahal Allah menjanjikan balasan yang luas bagi insan yang menyedekahkan hartanya untuk kepentingan agama Allah.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tuju bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui (Al Baqarah 261).

Subhanallah, melimpahnya balasan dan berkah bagi harta yang disedekahkan, apalagi saudaraku yang kalian tunggu?
Mari berlomba-lomba meraih ridha Allah dengan sedekah, semarakkan dunia kita dengan usaha sedekah, agar harta yang Allah titipkan menjadi berkah. [yuliana]

Sumber: http://www.voa-islam.com/muslimah/artikel/2011/01/01/12605/





Posting Lama ►
 

Copyright 2012 kurang sipp: Oase Template by Bamz